by

Mulia Syahputra: Dana Kelurahan Bisa Untuk Becak Sampah

Anggota Komisi I DPRD Medan, Mulia Syahputra Nasution, menilai ada keseriusan Pemko Medan dalam hal pengelolaan sampah. Perpindahan tanggung jawab dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan ke kecamatan, selaras dengan program lima prioritas Bobby-Aulia, yang mana salah satunya adalah kebersihan.

Dikatakan, Kota Medan sempat mendapat julukan kota terjorok di Indonesia oleh Kementerian Lingkungan Hidup, karena sistem pengolahan sampah yang kita miliki masih open dumping. Adanya terobosan-terobosan baru yang dimunculkan Wali Kota Medan terpilih saat ini seperti Pengelolaan Sampah Bio Teknologi (Landfill Mining) di TPA Terjun beberapa waktu lalu, mengantarkan Kota Medan menjadi lebih baik lagi ke depannya.

 “P3SU terus melakukan kegiatan-kegiatan gotong royong agar lingkungan tetap bersih. Ini terobosan yang baik, kita ingin masyarakat ikut membantu program-program kebersihan. Dana Kelurahan itu bisa untuk pengadaan bak sampah, becak sampah dan kebutuhan lainnya. Tapi Juknis (petunjuk dan teknis) yang akan dikeluarkan nantinya harus bisa membuat pengadaan bak sampah, becak sampah dan pengadaan yang dibutuhkan di kelurahan,” kata Mulia sebagaimana dikutip Waspada Online pada kegiatan Sosialisasi Perda Kota Medan Nomor 6/2015 tentang Pengelolaan Persampahan di Jalan Mawar Kelurahan Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia, Sabtu (10/7/2021).

Mulia meminta pihak kecamatan memetakan kebutuhan tong dan becak sampah khususnya di Kelurahan Sari Rejo. Sehingga sampah yang ada di masyarakat bisa terorganisir dengan baik. Soal kurangnya anggaran, ia bersama anggota Komisi I DPRD Medan akan membahasnya di P-APBD 2021. Apapun yang menjadi kebutuhan masyarakat, bersama pihak kecamatan akan dicarikan solusi yang terbaik.

“Wali Kota kita masih muda, punya semangat yang tinggi untuk mencatatkan dalam sejarah bahwa dirinya bisa memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Mari kita dorong pemerintah kita menjalankan program-programnya. Kami sudah berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Medan tentang Dana Kelurahan, agar bisa digunakan tidak hanya mengatasi masalah jalan dan drainase. tapi bisa juga untuk yang lain,” terang Wakil Ketua Al-Jam’iyyatul Washliyah Kota Medan ini.

Dalam kesempatan itu, Sekcam Medan Polonia Chusnul FS, mengaku memberikan perhatian ekstra terhadap Kelurahan Sari Rejo. Hal itu dibuktikan dari jadwal truk sampah setiap harinya beroperasi mulai dari jam 07.00-09.00 WIB. Jikalau ada sampah warga yang tidak terlayani, pihaknya sedang membuat program Galatama atau pengadaan becak sampah.

“Bulan 10 ke atas kita sudah membuat pengadaan becak sampah menggunakan dari Dana Kelurahan. Jadi besar harapan saya adanya Sosper (sosialisasi perda) ini, kami dapat masukan dari bapak dan ibu untuk perbaikan dan pengembangan Kelurahan Sari Rejo ke depannya,” katanya.

Sebelumnya, banyak warga Kelurahan Sari Rejo memberikan perhatian khusus terhadap persoalan sampah di tempat mereka. Seperti yang diutarakan warga Lingkungan 5 Juanda Pohan, meminta agar truk ataupun petugas sampah me-warning warga setiap datang mengutip sampah.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed