by

Jelang Idul Adha, Ini Himbauan MUI Sumut

Medan- Umat Islam diseluruh dunia akan merayakan hari Raya Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah 1442 yang bertepatan pada Selasa 20 Juli 2021, untuk itu Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara pada Senin 5 Juli yang lalu telah mengeluarkan Himbauan  terkait penyambutan Hari Raya Adha khususnya di Wilayah Provinsi Sumatera Utara, demikian disampaikan Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak di dampingi oleh Sekretaris Umum MUI Sumut, Prof. Dr. H. Asmuni, M.Ag, Jumat (9/7/2021).

Dalam Himbauan tersebut menegaskan bahwa penyelenggaraan shalat Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1442 H serta penyembelihan hewan qurban wajib mengikuti dan menerapkan protokol Kesehatan sebagai upaya dan ikhtiar mencegah virus corona agar tidak terjadi penularan.

Dijelaskan bahwa malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Adha tanggal 10 dzulhijjah 1442 H/2021 M pada dasarnya dapat dilaksanakan takbiran disemua masjid/mushalla dengan ketentuan agar dilaksanakan jumlahnya secara terbatas paling banyak 10 % dari kapasitas masjid/mushalla dengan tetap memperhatikan standart protokol kesehatan covid-19 secara ketat seperti menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

MUI Sumut juga mengimbau agar kegiatan takbir keliling ditiadakan untuk menghidari kerumunan. Kegiatan takbiran dapat disyiarkan secara virtual dari masjid dan mushalla.

“Shalat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1442 H/2021 M dilaksanakan di masjid/ mushalla atau lapangan dekat masjid kecuali pada daerah zona merah atau tidak terkendali,” jelasnya dalam imbauan yang juga disampaikan secara tertulis.

Shalat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1442 H/2021 M dapat dilakukan dilapangan terbuka atau dimasjid/mushalla hanya didaerah yang dinyatakan aman terkendali dari covid-19 atau diluar zona merah dan orange berdasarkan penetapan pemerintah daerah dan satuan tugas penanganan covid-19 setempat serta harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketentuan Pelaksanaan shalat Idul Adha diupayakan baik ibadah sholat ‘Id maupun kutbah Idul Adha secara singkat dengan tetap memelihara rukun dan syarat yang berlaku.

Jamaah shalat Idul Adha yang hadir masjid/mushalla agar dapat menjaga jarak shaf antar jamaah dan tetap memakai masker selama pelaksanaan sholat baik Imam, Khatib dan semua jamaah. Dianjurkan kepada setiap jamaah sholat Idul Adha membawa perlengkapan sholat masing-masing seperti sajadah. Panitia sholat Idul Adha setempat dianjurkan menyediakan alat pengecek suhu tubuh guna memastikan kondisi sehat Jemaah yang hadir.

Bagi Bapak/Ibu usia lanjut atau setiap orang yang kondisinya kurang sehat/sakit dianjurkan agar sholat Idul Adha dilaksanakan dirumah masing-masing baik berjamaah atau munfarid (sendirian). Seusai shalat Idul Adha setiap jamaah tetap menjaga/melaksanakan protokol kesehatan dan upayakan tidak bersalaman dan bersentuhan secara fisik.

Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dapat dilakukan dengan memperhatikan ketentuan sebagai berikut : Penyembelihan hewan kurban dilakukan setelah shalat Idul Adha selesai dilaksanakan dan berlangsung sejak tanggal 10 Dzulhijjah sampai tanggal 13 Dzulhijjah 1442 H/2021 M.

Penyembelihan hewan kurban dapat dilakukan dirumah pemotongan hewan (RPH) dan luar RPH dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. Hewan kurban yang disembelih harus memunuhi syarat cukup umur, tidak cacat, dan sehat menurut pihak terkait (dari Dinas Kesehatan Hewan). Kegiatan penyembelihan hewan kurban, pengulitan, pencacahan daging dan pendistribusian daging kurban bagi masyarakat yang berhak menerimanya, wajib memperhatikan dan mempedomani protokol kesehatan secara ketat.

Kegiatan penyembelihan hewan kurban sebaiknya dilakukan oleh panitia yang disudah berpengalaman sehingga dapat terlaksana dengan baik dan benar dan disaksikan oleh pihak orang yang berkurban. Pendistribusian daging kurban dilakukan oleh panitia kepada warga setempat dengan menimalkan kontak fisik satu sama lain

Kepada pimpinan MUI Kabupaten/kota se Sumatera Utara agar membuat himbauan yang sama atau menyebar luaskan himbauan ini kepada msyarakat luas di daerah masing – masing dengan tetap berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed