oleh

Pemerintah Aceh pada tahun 2018 ini, mulai melakukan survei komoditi kelapa di 11 kabupaten

ACEH – Pemerintah Aceh pada tahun 2018 ini, mulai melakukan survei komoditi kelapa di 11 kabupaten. Targetnya, untuk menjadikan Aceh menjadi sebagai salah satu provinsi penghasil kelapa dan produk turunannya di masa yang akan datang. Hal itu dikatakan Tim Leader Roadmap (peta jalan) pengembangan kelapa Bappeda Aceh, Samsuar SE MSi kepada Serambi usai meninjau beberapa kebun kelapa dan pabrik berbahan baku kelapa di Cot Batee Geulungku, Bireuen, Jumat (7/9).

Dikatakan Samsuar, pihaknya juga telah menggelar rapat dengan dinas terkait di ruang rapat kepala Bappeda Bireuen, Kamis (6/9). “Dalam rapat itu, kita meng-input data, informasi, dan isu-isu tentang komoditi kelapa di Aceh, khususnya wilayah Bireuen,” jelasnya.

Disebutkan dia, 11 kabupaten yang memiliki potensi komoditi kelapa di Aceh yaitu, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Timur. Kemudian, Aceh Jaya, Aceh Barat, Abdya, Aceh Selatan, Singkil, dan Simeulu.

“Saat ini, Tim Leader Roadmap pengembangan kelapa Aceh mulai melakukan survei awal dengan pengumpulan data, dan isu-isu, serta permasalahan komoditi kelapa,” terang Samsuar.

Tujuan roadmap ini, ujarnya, untuk menjadikan Aceh sebagai salah satu provinsi penghasil kelapa dan produk turunannya sehingga dapat menjadi outlet nasional maupun internasional. Dua kabupaten akan dijadikan central outlet kelapa Aceh ke depan, beber dia, adalah Bireuen yang mewakili kawasan pantai timur Aceh serta Simeulu mewakili barat selatan Aceh.

“Harapan kita, masyarakat Aceh ke depan lebih bersemangat untuk menanam kelapa, karena kelapa merupakan tanaman yang bisa menghasilkan berbagai produk turunan, mulai batang, buah, hingga daun, yang dapat diolah menjadi berbagai produk,” ungkapnya.

“Hasil temuan ahli kelapa dunia Prof Wisnu Gardjito, ada 1.600 produk turunan yang bisa diolah atau diproduksi dari tanaman kelapa. Mulai dari batang, buah, daun, dan nira, dapat menghasikan bermacam produk, seperti natade coco, arang, tepung kelapa, dan beragam produk lainnya,” sebut Samsuar.

Sementara itu, Pembina Forum Kelapa Aceh, Tarmizi Age yang ikut dalam rapat tersebut menambahkan, kelapa merupakan komoditi unggulan Aceh, khususnya di wilayah Bireuen. Namun sayangnya, hingga kini petani kelapa belum mendapat perhatian dari Pemkab Bireuen. Hal itu diketahui bahwa dalam program APBK, tidak satupun ada kegiatan untuk pengembangan kelapa. “Padahal, di Bireuen sudah dibangun pabrik pengolah kelapa di kawasan industri Cot Batee Geulungku. Harapan kita, ke depan Pemkab Bireuen dapat mengembangkan kawasan industri kelapa dan dapat memotivasi masyarakat atau petani untuk menanam kelapa,” pintanya. (Redaksi)

 

Sumber  :serambinews.com

Komentar