oleh

Masyarakat Paranoid Akibat Isu Penculikan Anak “Gopar” Jadi Korban

-Umum-139 views

LMC] Lampung-Tanggamus Isu dugaan penculikan di Kecamatan Wonosobo yang sempat viral di media sosial (Medsos) Facebook pada Selasa 30/11/18 lalu dipastikan Polres Tanggamus sebagai berita bohong alias Hoax.

Kasat Reskrim AKP Devi Sujana, SH. SIK. MH. mengatakan bahwa isu penculikan khususnya yang terjadi di wilayah hukum Polres Tanggamus semuanya hanya berita bohong atau hoax.

“Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan hasilnya ternyata miskomunikasi masyarakat, adanya paranoid warga disebabkan isu penculikan anak,” kata AKP Devi Sujana mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, SIK. M.Si dalam keteranganya pers di Aula Wirasatya Polres Tanggamus, Sabtu 3/11/2018 siang.

AKP Devi Sujana menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan dan identifikasi sidik jari, didapatkan data bersangkutan bernama Gopar (24) warga Kampung Kidalkam, Desa Sukasari Kecamatan Cipanas Kabupaten Lebak Provinsi Banten.

“Hasil identifikasi, kemudian Polres Tanggamus berkoordinasi dengan Polda Banten dan Polsek Cipanas, sehingga dapat diketahui orang tua Gopar bernama Marnan (50),” jelasnya.

Lanjutnya, berdasarkan keterangan ayahnya, bahwa Gopar saat pergi meninggalkan rumah dalam kondisi mengalami gangguan kejiwaan.

“Yang bersangkutan pergi dari rumah sejak 3 tahun lalu dan setelah orang tuanya mendapatkan informasi anaknya diamankan Polres Tanggamus sehingga hari ini datang menjemput didampingi ketua RT, dengan membawa bukti diri berupa KTP dan KK yang bersangkutan,” terangnya.

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan disebabkan isu penculikan anak, Polres Tanggamus menghimbau masyarakat untuk tidak percaya isu yang merebak saat ini di media sosial.

“Mohon jika ada yang mencurigakan segera di laporkan ke pihak kepolisian, jangan sampai warga melakukan hal-hal yang melanggar hukum,” himbaunya.

Sementara Marnan selaku ayah Gopar menuturkan bahwa memang benar anaknya telah mengalami gangguan kejiwaan bahkan sejak kurun waktu tahun 2011 telah dua kali namun juga pernah sembuh. Tetapi sekitar bulan Agustus 2015 penyakit anaknya kembali kambuh dan hilang tanpa diketahui jejaknya.

“Kumatnya, disebabkan ada dua hal, yang pertama pada saat SMP pernah dipukuli temannya sehingga tidak lanjut sekolah, kemudian setelah sembuh 2,5 tahun, anak saya berniat nikah namun pacarnya dinikahi orang lain sehingga kumat lagi,” tutur Marnan.

Hal itu juga dibenarkan ketua Saefudin selaku ketua RT di Kampung Kidalkam, mengetahui warganya mengalami gangguan kejiwaan dan hilang karena rumahnya tidak jauh dari keluarga Gopar.

“Rumah Gopar dekat sama saya, dia sebenarnya pekerja keras, kerjanya di saumil/gesek kayu, nah setelah ditinggal pacarnya menikah dia mulai oleng dan menghilang,” kata Saefudin.

Kesempatan tersebut, Marnan dan Saefudin mengucapkan terima kasih kepada Polres Tanggamus, Polsek Wonosobo yang telah mengamankan dan merawat Gopar. Serta kepada masyarakat Kecamatan Wonosobo yang tidak main hakim sendiri.

“Terima kasih Polres Tanggamus dan Polsek Jajaranny, serta masyarakat yang telah mengamankan Gopar sehingga kami dapat bertemu kembali,” ucapnya keduanya. [Zairi/**]

Komentar

News Feed