oleh

Kadis Pendidikan Pemrov Lampung Acuh Dengan Wartawan

-Nasional-82 views

LMC] Lampung-Bandar Lampung Sangat di sayang kan sikap acuh kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung “Zulfakar” kepada wartawan “pasalnya” pada pada saat Kaperwil media online lintasmedicyber.com dan tribunterkini.com hendak komfirmasi pemberitaan tentang SMAN 3 Menggala yang bejudul ” waw SMAN 3 Menggala Tulang Bawang ada kelas khusus diduga dengan biaya juatan rupiah” yang di beritakan beberapa minggu yang lalu kepada Kadis Disdikbud Zulfakar.

Pada hari rabu tanggal 24 oktober 2018 dari jam 11:00 wib saat hendak di temui di kantor nya kadis beralasan sedang sibuk namun kaperwil tetap menunggu di ruang tunggu sampai dengan jam 14:30 sore untuk meminta tanggapannya terkait pemberitaan tersebut tapi sayang di saat Kadis keluar dari ruangannya kaperwil meminta waktu sebentar kadis menolak.
Terkesan Kadis Zulfakar lupa akan tanggung jawabnya jelas kepsek SMAN 3Menggala di bawah pembinaan dan pengawasan Dinas Pendidika dan kebudayaan provinsi Lampung, Secara tidak langsung Kadis Zulfakar Sudah menutup Imformasi Publik.

Sebelum menemui Kepala Dinas Kaperwil menemui Kasi peserta didik dan pembangunan Karakter “Rudi.H” di ruangannya.
Dan Rudi mengatakan Saya tidak berani memberi komentar terkait berita itu karna saya hanya kasi Bpk silahkan temui saja pk Kadis” katanya.

Setelah itu Kaperwil keluar dan menuju keruang kerja Kepala Dinas, sesampainya di ruangan tunggu tamu di terima pihahak keamanan yang berjaga lalu salah satu penjaga dari sat Pol PP menayakan keperluan kami lalu dia menyuruh kami mengisi buku tamu kemudia 1 dari kami mengisi buku tamu tersebut serelah itu penjaga tersebut masuk dan keluar lagi menemui kami langsung mengatakan” maaf, pk Kadis sedang sibuk jadi beliau tidak bisa menemui” ujar penjaga.

Kemudian kami menunggu Kadis Keluar di lobi dengan harapan bisa kami wawancara walau hanya lima menit tapi harapan itu pudar pada saat beliau keluar kadis menolak untuk di wawancara dan tidak berkata apa-apa sambil berjalan dengan cepat masuk kedalam mobil tanpa menghiraukan kami.

Terkait pemberitaan edisi hari kamis tanggal 11 oktober 2018 lalu bahwa. Menurut keterangan salah satu wali murid yang tidak mau di sebutkan namanya kepada lintasmediacyber.com di kediamannya belum lama ini, saya mengeluhkan adanya biaya yang di bebankan kepada wali murid untuk kelas khusus sebesar Rp 3.856.000, dan rinciannya untuk SPP ruang kelas khusus sebesar Rp 150.000, per bulan dan untuk yang lainnya tidak jelas” keluhnya.

Yang lebih ironisnya lanjut wali murid keputusan itu sepihak tanpa ada mesyawarah dengan wali murid, pada saat pendaftaran ajaran Baru kami wali murid disuruh menghadap keruangan panitia satu persatu dengan alasan wawancara, namun setelah di dalam ruangan panitia kami suruh mendatangani berita acara persejuan dana tersebut dan hal ini juga terjadi dengan kelas biasa yang di tarik biaya penerimaan siswa baru, sebesar Rp 1.500.000 kami wali murid mengharap kan agar Dinas Pendidikan Provinsi Lampung bisa menghapus kan pungutan-pungutan di SMA N 3 menggala kab. Tulang Bawang” harapnya.

Sementara itu kepala Sekolah SMA N 3 Menggala “Hermono” saat di komfirmasi kepala wilayah lintasmediacyber.com, tribunterkini.com dan medinas Lampung di ruangannya kamis 11/10. Membenarkan adanya ruang kelas khusus tersebut, awal nya itu program kami untuk mempasilitasi kebutuhan masyarakat dan menciptakan ruang kelas khusus bagi yang berminat di situ kita siapkan ruangan yang nyaman dan pelayanan yang bagus, di ruang kelas khusus Sarpras nya berbeda dengan kelas biasa” yang menempati ruang kelas khusus itu bukan berarti siswanya mempunyai kelebihan tetapi ini di peruntukkan bagi wali murid yang berminat dan mampu” paparnya.

Dan kami pihak sekolah pun mengeluh kan kurangnya dana yang bergulir kesekolah kami” semua bantuan yang masuk disini pencairannya selalu terlambat dan tersendat-sendat saat ini kami pihak sekolah lagi kolep untuk mengatasi pendanaan,
Salah satu contoh kami mendapatkan bantuan gedung leb dan pencairan dananya pun yaitu tadi macet sehingga kami kesusahan dan untuk sementara kami mengeluarkan uang dari kantong pribadi agar semua kebutuhan bisa terpenuhi” ungkap Kepsek. [Kaperwil]

Komentar

News Feed