oleh

Komisi B, DPRK Simeulue Bantah adanya acara PRA PKA yang dilaksanakan Dinas Pariwisata.

LMC|Simeulue,-  Polemik Pra Pekan Kebudayaan Aceh (PKA)  Disimeulue ini penjelasan kadis Pariwisata Simeulu,  kegiatan itu ada kita laksanakan di halaman kantor dinas pariwisata, memang kami mengakui tidak maksimal dan acara tersebut dilaksanakan sekitar 4 hari, dan acara yang dilombakan seperti,  engrang, gasing, dan layangan terkait aggaran yang dianggarkan dikegiatan tersebut tidak bisa saya jelaskan karena ada di DPA kata Kadis  Abdul Karim, saat  ditemui media lintasmediacyber.com pukul 15:00 WIB, di halaman kantor pariwisata (Selasa 18/09).

Sementara untuk acara PRA PKA setelah kami kirimkan surat ke masing-masing Kecamatan, hanya tiga Kecamatan yang mengirimkan anggotanya yaitu, Salang, Simeulue Timur, dan  Alafan  hanya Kecamatan ini yang ikut acara PRA PKA itu. lanjut Kadis.

Sedangkan Untuk acara Pekan Kebudayaan Aceh anggaran yang disetujui hanya 1,2 M dibandingkan  Tahun  2013  sebanyak 1,7 M. Makanya tidak terlalu maksimal, dan walaupun anggaran segitu bahkan kita ada juga melibatkan mahasiswa, Himas untuk mensukseskan acara itu ungkap Kadis.

Saat kami konfirmasi langsung Hansipar bagian  Komisi B DPRK Simeulue, membantah keras  adanya PRA PKA yang dilaksanakan  Dinas pariwisata tersebut, dalam   kegiatan itu bukanlah kegiatan PRA PKA  tapi acara Desa, diklaim dinas itu menjadi PRA PKA, kan sangat aneh katanya dengan sedikit Marah.

Sementara yang disampaikan Ke DPRK contohnya acara main layang-layangan, padahal Acara itu kegiatan Desa seperti Suka Karya  disimeulue timur,  tapi ditumpangi seolah-olah PRA PKA, dan saya juga bertanggung jawab dengan apa yang saya sampaikan, imbuh Hansipar. (Redaksi)

Komentar