oleh

Miris Kehidupan Munah Butuh Uluran Tangan Dermawan dan pemerintah Daerah

-Daerah-95 views

LMC] Lampung-Tulang Bawang Nasib Munah (75), Warga Kampung Aji Mesir, Kecamatan Gedung Aji,  Kabupaten Tulangbawang (Tuba) yang tinggal bersama anaknya Tukirah (57) yang sudah tunanetra sejak lahir. Untuk kebutuhan sehari-hari saja hanya mengharapkan uluran tangan dan belas kasihan dari para dermawan dan tetangga.

Miris sekali nasib Munah dan anaknya yang sudah puluh puluhan tahun di tinggal suami. Sementara untuk kebutuhan hidup sehari-hari mulai dari makan biaya berobatpun Munah hanya mengandalkan belas kasihan dari warga.

Rumah yang mereka tempatipun sudah nyaris roboh, masak serta tempat tidur dan makanpun menjadi satu. 

Sementara Kepala Kampung Aji Mesir Arbain kepada Lintasmediacyber.com mengatakan, pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menempuh agar keluarga Munah bisa berjalan dengab baik.

“Sejak saya menjabat sebagai kepala kampung dua priode, saya terus mengajukan bantuan seperti bedah rumah, namun sampai saat ini belum juga terealisasi. Terkadang saya sedih melihat bu munah.  Walau kami dan masyarakat sudah membantu, tapi ibu Munah masih mau bekerja dengan cara mengambil sisa-sisa padi. Bahkan kadang kalau sakit aparat kampung keliling minta bantu sumbangan untuk berobat bu Munah serta membawa ke puskes,” katanya.

Kakam menambhakan, pihaknya pernah sepakat dan semua masyrakat setuju seratus persen kalau bedah rumah dianggarkan melalaui Dana Desa, namun setelah kami bicarakan dengan pihak BPMPK tapi belum diperbolehkan.

“Kami khawatir benturan dengan pembangunan lainnya serta menabrak aturan,” ujarnya Minggu (9/9/18).

Dia berharap pemerintah dapat segera membantu bu Munah, karena rumah yang mereka tempati sudah tidak layak lagi untuk dihuni, serta kehidupannya hanya dari belas kasihan orang lain.

Hal senada diutarakan Jamhuri tetangga munah. Dia  sangat prihatin dan kasihan sekali melihat kondisi ibu Munah serta anak dan tempat tinggalnya.

“Kami berharap agar pemerintah dapat membantu ibu Munah, karena sangat memprihatinkan sekali.  [Sam]

Komentar