oleh

TMMD 102 Simeulue Tahun 2018 Ditutup, Ini Pesan KASAD!

LMC|Simeulue – Pelaksanaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-102 di Kabupaten Simeulue Provinsi Aceh secara resmi ditutup oleh Pa. Bidang Ekonomi Kodam Iskandar Muda (IM), Kolonel Inf Benny Arifin yang sekaligus bertindak sebagai Ispektur upacara penutupan, Rabu (8/8/2018) pagi di lapangan bola kaki Kenangan Jaya Kecamatan Salang.

Penutupan Kegaiatan TMMD 102 yang mengusung tema “TNI Manunggal Membangun Karakter Generasi Milenial” dimulai sejak 10 Juli 2018 ditandai dengan pengembalian alat kerja TMMD 102 dari perwakilan TNI, Polri dan masyarakat, dimana sebelumnya peralatan kerja tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Simeulue, Erli Hasyim, M.I.Kom yang juga bertindak sebagai Inspektur upacara sebagai tanda TMMD dibuka.

Upacara penutupan TMMD 102 ini dihadiri oleh, Sekda Simeulue, Ahmadliyah, SH, Wakil DPRK Simeulue, Fardinan, Dandim 0115 Simeulue, Letkol Inf Awang Danuarto, S.Sos selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD 102, Ketua Pengadilan Negeri Sinabang, Hamzah Sulaiman, SH, Kajari Sinabang, unsur Forkopimda, para kepala SKPK, para Camat, Persit Kartika Candra Kirana, aparat Desa dan seluruh masyakat desa Kenangan Jaya.

Kolonel Inf Benny Arifin dalam sambutannya yang memabacakan amanat dari Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jendral Mulyono menyampaikan, pembangunan wilayah desa merupakan salah satu realisasi dari kebijakan nasional nawacita yang ini mewujudkan pembagunan Indonesia dari pinggiran.

“Salah satu titik fokus dari pembangunan nasional ini berupaya untuk mewujudkan kestabilan dan kemajuan Indonesia secara keseluruhan. Melalui pembangunan inilah, potensi yang ada di pedesaan harus dikembangkan dan kekurangan yang ada harus diatasi, guna mencapai pemerataan, pertumbuhan serta kemandirian desa secara berkelanjutan”, ujarnya.

Salah satu peran nyata TNI dalam mendukung pembangunan tersebut adalah turut serta pada kegiatan TMMD 102 tahun anggaran (TA) 2018 yang diselenggarakan selama 30 hari yakni mulai tanggal 10 Juli hingga 8 Agustus 2018. Selain mewujudkan kemanunggalan TNI dan Rakyat, TMMD yang dilaksanakan tiga kali dalam setahun juga merupakan wahana untuk menggelorakan kembali semangat gotong royong, rasa cinta tanah air, wawasan kebangsaan serta ketahanan nasional guna menjaga keutuhan NKRI.

Tema yang diangkat dalam TMMD 102 TA 2018 ini yaitu “Manunggal Membangun Karakter Generasi Milenial” sangat tepat apabila dihadapkan dengan kondisi generasi muda saat ini yang semakin modern. Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi, moralitas dan karakter generasi muda juga harus dibangun sehingga menjadi pribadi yang kreatif, aktif, inovatif dan berjiwa nasionalis yang kuat.

“Pada kegiatan TMMD 102 tahun 2018 kita melibatkan 50 Satgas TMMD di 50 kabupaten/kota, 57 kecamatan dan 79 desa serta didukung oleh dinas pemerintah daerah setempat diantaranya yakni Dinas Kesehatan, Pertanian, BKKBN, Sosial, Kehutanan, Pekerjaan Umum, Kejaksaan serta Kepolisian”, sambungnya.

Untuk mencapai sasaran fisik, pihak TNI berupaya menjawab masalah-masalah infrastruktur jalan di desa-desa terpencil atau terisolir, fasilitas umum serta rendahnya kualitas hidup masyarakat. TMMD saat ini dalam skala nasional telah berhasil mewujudkan program rehabilitasi lebih dari 200 unit rumah yang tidak layak huni, pembukaan 86 km jalan baru, pengerasan dan betonisasi 60 km jalanan, perbaikan 30 rumah ibadah dan 8 sekolah, pembangunan jembatan dengan panjang total 252 meter, pembuatan 43 unit MCK, pembangunan Poskamling dan saluran drainase lebih dari 30 desa, pemberian kambing kepada peternak binaan serta penanaman 3.500 pohon di lahan konservasi alam.

“Untuk sasaran non-fisik, fokus program TMMD kali ini telah diarahkan untuk menumbuhkan kekebalan dalam menghadapi isu-isu disintegrasi bangsa dan hal-hal yang mengarah kepada konflik sosial. Dalam mencapai tujuan tersebut, Satgas TMMD yang bersinergi dengan dinas terkait pada Pemda setempat, telah melaksanakan penyuluhan tentang hukum, wawasan kebangsaan, kerukunan antar umat beragama, serta bahaya Narkoba dan paham-paham radikal. Setiap Satgas juga mengeluarkan tim-tim yang bertugas memberikan asistensi tentang pemeliharaan Kamtibmas, pencegahan dan penanganan Karhutla (Kebakaran hutan dan lahan), penyuluhan kesehatan dan program KB serta bimbingan tentang cara-cara bertani dan beternak yang modern”, jelasnya.

Kegiatan penyuluhan dan asistensi yang telah dilaksanakan tersebut mendapat apresiasi dan perhatian dari banyak pihak, karena menyentuh problem aktual yang dihadapi oleh masyarakat di daerah-daerah terpencil, serta menyasar elemen-elemen masyarakat yang rentan terhadap masalah-masalah sosial.

“Upaya yang telah dilaksanakan ini dapat menjadi pemicu yang mendorong semangat masyarakat kita untuk terus maju dan berkembang dari segi ekonomi, jeli dan waspada terhadap bahaya-bahaya yang berdampak negatif bagi lingkungan serta membentuk kehidupan yang guyub dan rukun di tengah perkembangan dunia yang semakin modern. Inilah yang kita harapkan pada akhirnya akan menguatkan imunitas bangsa serta membentuk karakter generasi muda kita sebagai generasi milenial yang berdaya saing tinggi”, ungkapnya.

“Saya berbesar hati melihat bagaimana program ini berhasil dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing para kaum muda dalam hal olahraga, menciptakan lapangan kerja baru bagi mereka serta mendayagunakan segenap potensi desa mereka masing-masing secara optimal,” punkas Kolonel Benny masih membacakan amanat KASAD.

Pelibatan TNI dalam program pemerintah pada dasarnya telah sesuai dengan amanat dalam UU TNI Nomor 34 Tahun 2004, khususnya tentang tugas TNI pada OMSP yaitu memberdayakan wilayah pertahanan secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta dan membantu tugas pemerintah di daerah, khususnya dalam aspek pembangunan kualitas dan kesejahteraan masyarakat.

“Oleh karena itu, TNI AD berkomitmen untuk turut ambil bagian dalam upaya peningkatan kesejahteraan rakyat dan mewujudkan kemanunggalan TNI-Rakyat sebagai kekuatan pertahanan. Meskipun tugas pokok tentara adalah menjadi yang terdepan dimasa konflik, namun dimasa damai tentara juga wajib berkontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini dimanifestasikan diantaranya dengan turun ke lapangan membantu program pembangunan dan kesulitan rakyat karena masa damai pada hakekatnya adalah masa persiapan untuk perang”, tuturnya.

Pada Akhir penyampaiannya, KASAD berpesan, untuk mempererat hubungan silaturahmi dan kekeluargaan antara TNI dengan rakyat, anggota Satgas TMMD diwajibkan tidur di rumah dan makan bersama masyarakat dengan memanfaatkan uang lauk pauk (ULP) prajurit yang telah diberikan oleh komando atas. Ia menegaskan, sejarah perjuangan bangsa membuktikan bahwa TNI lahir dari rakyat dan berjuang bersama rakyat dalam merebut kemerdekaan. Sampai kapanpun, roh TNI adalah rakyat karena tanpa rakyat TNI bukanlah apa-apa.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada segenap jajaran pemerintah daerah, masyarakat serta semua pihak yang terlibat dalam TMMD 102 TA 2018, sehingga penyelenggaraan kegiatan tersebut dapat berjalan dengan sukses, aman dan lancar.

“Saya mengucapkan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan TMMD 102 terdapat tutur kata maupun tingkah laku para prajurit atau ada hal-hal lain yang kurang berkenan di hati masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat di dalam kegiatan ini”, tutupnya.

Setelah upacara ditutup, Kolonel Inf Benny Arifin didampingi Sekda, Dansatgas TMMD 102, dan rombongan Forkopimda Simeulue melakukan peninjauan ke lokasi jalan yang menjadi sasaran TMD 102 Simeulue.

Diselah-selah peninjauan tersebut, Dansatgas TMMD 102 Simeulue, Letkol Inf Awang Danuarto, S.Sos saat diwawacarai awak media menyebutkan, semua kegiatan fisik sasaran TMMD seperti pengingakatan jalan sepanjang 1.600 meter x 9 meter, penerobosan jalan sepanjang 4.000 x 9 meter, pembuatan jembatan kayu sebanyak 12 unit telah selesai dikerjakan hingga 100 persen. Bahkan ia juga sempat merehab salah satu rumah warga yang tidak layak huni. Namun yang menjadi kendala selama kegiatan adalah cuaca yang kurang mendukung sehingga pekerjaan dikerjakan siang dan malam untuk mengejar target.

Seyogyanya berdasarkan jadwal yang ditetapkan Pangdam IM, yang menutup TMMD 102 di Simeulue ini adalah Danlanud SIM, Kolonel Nav Indrastanto Setiawan, S.Sos, namun karena ia berhalangan maka digantikan Kolonel Inf Benny Arifin sebagai Irup Cadangan. [Kir]

Komentar