oleh

Pileg 2019, Untuk Rakyat Atau Kelompok?

-Opini-446 views

 

Bireuen – Jangan berfikir rakyat makmur wakilnya hasil suara di beli kalau semua diukur pakai uang, Pilbup uang, Pilgub uang, Pileg uang, pilihan apa-apa uang. maka kehancuran akan datang, korupsi merajalela, tidak mungkin berdaulat pangan kalau semua diukur sama uang,” maka pileg 2019 ajang perobahan untuk rakyat, bercerminlah dari belakang agar kedepan tidak tersesat dalam kehinaan.

inilah perlu renovasi daya pikir untuk masyarakat sejahtera,buka untuk memperkayakan diri dan kelompok saja, bila 2019 salah langkah lebih para dari ucapan berkomentar di warkop,maka pilihlah wakil rakyat yang merakyat, bukan waklil rakyat sesudah menang jauh dari rakyat, Rakyat menanti perubaha untuk perbaikan agar mareka merasakan kesejahteraan.

Maka pilkada damai harapan semua elemen untuk mensejahterakan rakyat ,bangkit dari konflik awal untuk kemerdekaan, apapun yang akan terjadi ingatlah penderitaan mareka di desa karena dalam parlemen untuk menghilangkan korupsi tidak bisa minimal dapat meguragi tidak melakukan hal sama sebagai mana di hadapan hari ini.

Dari hal itu bagi bacaleg yang akan berjuang kedepan susunlah visi dan misi yang merakyat karena kedepan bila terpilih bawalah suara rakyat jangan kelompok, hari ini rakyat masih ada dalam derita namun kemana mareka mengadu tidak ad karena yang kaya raya,yang miskin di hina perlu di ingat tidak semua suara yang di berikan itu suara orang kaya dan timses tapi ingatlah suara rakyat miskin yang menannti harapan untu hidup yang layak bukan untuk kaya.

jangan kerjakan sesuatu tampa ilmu begitu juga untuk meniru karena dalam politik perlu ilmu dunia akhirat, dalam hal itu suara rakyat amanah untuk di kerjakan karana suara rakyat bukan untuk kesenagan melainkan untuk di kerjakan sesuai aturan dan tujuan, kini refleqsi bagi semua pemilih perlu melihat Bacaleg yang akan maju mana yang benar untuk rakyat atau hanya untuk memenuhi kuata saja,berilah amanahmu untuk mareka yang benar-benar bukan untuk permainan.

Hari ini ilmu sagat bagi calon anggota dewan yang mewakili rakyat agar kedepan dalam melayani rakyat punya etika dan moral bukan perusak moral dan masa depan bangsa, tidak semua orasi politik dalam pileg itu benar karena bayak gaya dan cara untuk meraih suara rakyat di mainkan ,oleh karena itu hati-hatilah dalam memberi suara untuk wakilnya.

Satu Suara penetuan kebijakan dan arah semua rakyat sekitar, namun ini perlu melihat agar tidak korban kata manis dan rayuan,kita doakan untuk bagi bacaleg selalu sukses dan bisa benar-benar memperjuangkan aspirasi rakyat yang masih belum merasakan keadilan,lagu lama irama sama bisa di dengar tapi perlu kajian benar-benar agar tidak salah di perjalanan.

senantiasa perjuanga pilkada kali ini sejuk dan damai hingga selesai pemilihn,yang kalah jangan berbesar hati dapat mencoba lima tahun kedepan,yang menang juga jangan angkuh dan takabur karena itu amanah rakyat bila salah langkah binasa lah kedepan namun bersyukurlah setiap waktu.

kini tahab awal dalam proses walau tidak sesuai harapan janganlah protes terimalah kenyataan bila kezhaliman lawanlah dengan aturan jangan dengan kekacauan,karena kita Negara hukum,apapaun yang terjadi ikuti proses sesuai jalur,dari pilkada masa lalu perlu juga berkaca karena pilihan kadang saudara,sahabat kita korbankan,pilihan Boleh Beda tapi kita tetap saudara. [**]

Ditulis oleh Azhari, S. Sy
( Ketua GAMNA Bireuen )

Komentar