oleh

Mencari Mardathillah

-Opini-86 views

Bireuen – Segala puji bagi Allah, tuhan seru sekalian alam. Bahwasanya kita selaku makhluk ciptaan Allah yang disebut manusia, hambanya Allah dan Umat Nabi Muhammad SAW punya kewajiban dalam menjalankan apa yang diperintahnya baik bersifat wajib atau sunah yang dilakukan oleh rasulullah.

Namun tujuan hidup kita ini hanya menghambakan diri kepada Allah bukan menjadi budak jabatan, mengharapkan penuh ridhaNya demi mencapai kebahagian dunia dan akhirat, karena tanpa ridha maupun restu dari Allah jangan harap kebahagian kita dapati, baik secara langsung atau kelak di akhirat, tentu ridha Allah yang kita harapkan adalah ridhanya untuk dimasukkan kedalam surga dengan fasilitas yang begitu lengkap dan mewah didalam surga.

Maka dari itu setiap kegiatan dan perbuatan yang kita lakukan harus selalu mengarah kepada kebaikan, karena kita tidak tahu dimana letak dan kapan ridha Allah itu datang, bisa saja dari hal kecil ataupun dari hal besar dan jelas kita tidak tahu, maka kita terus mencari mardhatillah.

Mencari mardhatillah adalah mencari ridha atau restu Allah, karena restu dariNya sangat sangatlah penting dan itu hal utama yang harus kita harapkan, karena jika tidak maka akan sia sia hidup di dunia yang fana ini.

Sebagai makhluk ciptaan Allah, kita tidak hanya melakukan pengakuan saja saja, tetapi kita sangat mengharapkan diakui nya kita oleh Allah sebagai hambanya.

Mencari mardhatillah akan kita dapatkan lika liku ketika dalam perjalanan, kepahitan dan masam mencuka, kadangkala kita harus melepaskan orang yang kita sayangi karena jika tidak, mungkin banyak airmatanya keluar akibat kejahilan kita.

Perjalanan mencari mardhatillah memang terlalu banyak onak dan duri, berbagai cara harus kita lakukan dan lalui agar mendapatkan ridhanya Allah SWT, mencari gelaran dunia memang tidak terlalu mudah karena juga akan kita dapati ujian, namun mencari mencari ridha Allah juga tidak mudah karena godaan sangatlah besar, salah salah kita terperosok kedalam lubang hitam tersebut.

Dari mulanya lahir hingga ajal menjemput kita terus mencari yang namanya mardhatillah, pencarian itu bukan dengan alat yang canggih tapi dengan melakukan perbuatan yang baik dan tentunya amar ma’ruf nahi munkar, terbangun ditengah malam dengan bermunajat kepada Allah menyesali perbuatan buruk maupun keji, merenungkan betapa pedihnya siksa neraka. Maka jadilah diri kita sebagai hamba yang bertaqwa, kuat iman, dalam lindungan Allah dan tidak lupa bersyukur serta selalu mengharapkan ampunan Allah, karena Allah maha pengampun dan penyayang.

Maka selagi ada masih diberikan umur, selagi fasilitas anggota tubuh lengkap, mari ambil peluang dan perankan sebaik mungkin, seperti suruhan Allah dan karena kita juga tahu bahwa setiap insan akan diuji dan itu pasti,  karena kita adalah milik Allah semata.Karena إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمْحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Artinya. Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku kuserahkan hanya pada Allah tuhan seru sekelian alam.

Ditulis oleh Raja Fadhil Mubaraq

Komentar