oleh

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Simeulue Gelar Pelatihan e-Mantan

LMC|Simeulue – Dalam rangka peningkatan kualitas data dan kapabilitas Mantri Tani (Mantan) atau petugas pengumpul data, khususnya komoditas dan lahan pertanian, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Simeulue menggelar pelatihan e-Mantan atau instrumen pendataan mantri tani berbasis website bagi seluruh mantri tani setiap Kecamatan dalam Kabupaten Simeulue, Selasa (17/7/2018) di aula Dinas tersebut.

Acara yang mengusung tema “e-mantan sebagai Instrumen laporan luas tanam dan luas panen padi di kabupaten Simeulue” secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Simeulue, Karsuan, SP mewakili Kepala Dinas yang turut dihadiri oleh Kabid Penyuluhan, Zumarlin, SP, Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Ali Warsaleh, STP dan Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Khalid Siregar, SP. M.AP selaku penerobos atau penggagas program e-mantan tersebut.

Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan mengatakan, program atau aplikasi e-mantan berbasis website merupakan terobosan baru yang sangat didukung oleh Pemerintah Kabupaten Simeulue, karena selain ada nilai inovasi, akurasi datapun dapat meningkat. Ia juga sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada Kabid Tanaman Pangan, Khalid Siregar yang telah menerobos dan menggagas aplikasi pelaporan mantri tani berbasis web tersebut.

“Program ini adalah sebuah terobosan baru yang patut kita dukung karena aplikasi ini menjadi sebuah media yang terukur, maka ini sangat kita harapakan sehingga pelaporan data mantri tani lebih akurat dan tepat waktu, sehingga kita juga dengan muda¬† mendapatkan informasi terupdate”, harap Karsuan.

Walaupun Kadis tidak menghadiri acara tersebut, sambungnya, tetapi tidak mengurangi makna dari substansi pelatihan tersebut, sehingga dapat menambah ilmu dan cakrawala bagi petugas mantri tani.

Hal senada juga disampaikan Kabid Penyuluhan, Zumarlin, SP, bahwa dengan adanya e-mantan tersebut, maka data yang dilaporkan antara penyuluh pertanian dengan mantri tani tidak ada perbedaan, sehingga datanya valid dan akurat.

“Selama ini, laporan data yang disampaikan penyuluh pertanian tidak sama dengan laporan yang disampaikan oleh mantri tani, jadi membingungkan kita, entah mana yang benar. Sehingga dengan adanya aplikasi e-mantan ini kami harapkan laporan menjadi tepat waku dan valid”, ungkap Zumarlin.

Sementara, dalam laporannya, Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Khalid Siregar, SP, M.AP selaku pengagas aplikasi e-mantan menjelaskan, timbulnya ide pertama berawal dari proper Diklatpim III PKP2A IV LAN RI Aceh Besar dengan gagasan peruban efektifitas laporan luas tanam dan luas panen padi melalui aplikasi berbasis web.

“Maka dengan e-mantan ini kita harapkan mantri tani bekerjan lebih muda, sehingga data bisa dilaporkan secara cepat dan akurat. Jadi, dengan adanya e-mantan ini, masyarakatpun bisa mengakses untuk mencari data informasi luas tanam dan luas panen padi di kabupaten Simeulue”, pungkas Khalid.

Pembuatan e-mantan tersebut, dijelaskan Khalid, sangat didukung oleh semua pihak baik Pemda Simeulue maupun stakeholder terkait. Sebelum tercipta e-mantan ini, pihaknya sudah terlebih dahulu berkoordinasi dan meminta dukungan seperti BPS, Bupati Simeulue, Sekda, DPRK, Diskominsa dan lain-lain. Bahkan, website e-mantan tersebut akan terkoneksi dengan website simeuluekab.go.id.

“Hari ini, kita hanya melatih para mantri tani dan memperkenalkan e-mantan ini kepada mereka, bagaimana cara kerja e-mantan ini. Sekarang masih tahap penyempurnaan website dan aplikasi, jadi nanti jika aplikasinya sudah bagus, baru kita launching”, tutup Khalid. [Kir]


Komentar