oleh

Tega!, Sopir Bus Sekolah di Simeulue Ini Cabuli Anak Di Bawah Umur

LMC|Simeulue РSeorang warga Kecamatan Teupah Tengah Kabupaten Simeulue berinisial AT (35), berprofesi sebagai sopir Bus Sekolah di bawah naungan Dinas Perhubungan setempat, tega mencabuli seorang pelajar satu kecamatan dengannya berinisial SM (16) yang masih duduk bangku sekolah menengah atas.

Kapolres Simeulue, AKBP Ayi Satria, didampingi Wakapolres, Kompol Rusman, Kabag Ops, Kompol Syahral Handani, Kasatres Narkoba, Iptu J.Hanter Sialagan dan Kasatreskrim, Iptu Muhammad Khalil, dalam acara jumpa persnya dengan sejumlah awak media di Mapolres setempat, Rabu (27/6/2018) sore, mengungkapkan, berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa tersebut berawal, AT yang sudah beristri dan 2 orang anak ini menjalin hubungan asmara dengan SM.

Menurut keterangan Kapolres, AT yang diketahui sebagai sopir bus sekolah sering mengantar dan menjemput SM, selama menjalin hubungan, AT sering memberikan perhatian kepada SM dengan membelikan ia pulsa dan memberikan jajan sekolah.

Ringkasnya, berdasarkan pengakuan pelaku dan korban, pada saat hari pristiwa ini terjadi, Rabu (30/5/2018) saat pulang sekolah, SM dan 2 orang temannya diajak AT untuk memasak indomie di rumah orang tua AT di Suak Buluh Kecamatan Simeulue Timur, dalam kesempatan itu dua teman SM memasak indomie di dapur, sementara pelaku dan korban sama-sama duduk di ruang tamu.

“Singkat cerita, sesaat kemudian pelaku (AT) menarik dan menyekap korban (SM) ke dalam kamar, pelaku memaksa korban untuk bersetubuh dengannya. Diawali dengan mencium korban, dengan perlawan dari korban, pelakupun memaksa dan akhirnya baju yang dipakai korban robek, setelah itu, singkatnya, sesaat kemudian terjadilah persetubuhan anatara korban dengan pelaku”, ungkap Kapolres.

Usai peristiwa itu, sambung Kapolres, pelakupun mengantar SM ke rumahnya, namun dalam bus itu pelaku kembali melancarkan aksi bejadnya dengan mencium korban. “Sesampainya di rumah, orang tua korban menaruh curiga kepada anaknya karena terlihat ada yang aneh pada korban dan merah-merah seperti bekas ciuman di lehernya”, tambah Kapolres.

Selanjutnya, sambung Kapolres, SM menceritakan kepada orangtuanya apa yang sudah dilakukan AT terhadap dirinya. Setelah mengetahui kejadian tersebut, orangtua korban tidak menerima anaknya diberlakukan AT seperti itu, akhirnya ayah korban melaporkan AT ke Polres Simeulue.

Barang bukti yang berhasil diamankan Polres Simeulue, berupa 1 unit bus sekolah, pakaian dan celana dalam korban. Atas perlakuannya, pelaku dijerat UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun penjara. [**]

Komentar