oleh

Polres Simeulue Tetapkan Tersangka Baru Dalam Kasus Korupsi Pembangunan Kantor Camat Simbar, Ini Masalahnya!

LMC|Simeulue – Dugaan korupsi pembangunan Kantor Camat Simeulue Barat Kabupaten Simeulue yang menjerat Ranuddin Asani (51) jadi tersangka selaku komisaris CV. Alafan Mandiri sebagai pelaksana pekerjaan yang sekarang ini tengah menjalani vonis hakim selama 3 tahun penjara. Kini ada tersangka baru yang ditetapkan oleh penyidik Polres Simeulue beberapa waktu lalu.

Dalam acara jumpa persnya, Kapolres Simeulue, AKBP Ayi Satria, yang didampingi Wakapolres, Kompol Rusman, Kabag Ops, Kompol Syahral Handani, Kasatres Narkoba, Iptu J.Hanter Sialagan dan Kasatreskrim, Iptu Muhammad Khalil, Rabu (27/6/2018) kemarin mengatakan, kali ini yang jadi tersangkanya adalah konsultan pengawas berinisial J (43).

BACA JUGA: Miliki Narkoba, Tiga Warga Simeulue Ini Ditangkap Polres Simeulue

“Yang kita proses saat ini adalah tersangka berinisial J (43), berprofesi sebagai konsultan pengawas pembangunan tahap II kantor camat Simeulue Barat tahun anggaran 2012, dimana J sebagai konsultan pengawas telah menandatangani dan menyetujui berita acara dan pemeriksaan progress pekerjaan yang menyatakan pekerjaan telah selesai dikerjakan (100%), sementara setelah dilakukan pemeriksaan di lapangan tidak sesuai dengan berita acara tersebut”, ungkap Kapolres.

Tugas dari konsultan pengawas, sambung Kapolres, adalah mengawasi pekerjaan di lapangan dan akan diminta pertanggungjawabannya secara hukum benar atau tidaknya pekerjaan yang dia awasi. “Namun J merupakan konsultan pengawas yang ditugaskan untuk mengawasi pekerjaan pembangunan kantor camat Simeulue Barat tahap II yang bersumber DAU dan APBK tahun 2012, membenarkan dan menyetujui progress pekerjaan 100 %. Padahal hanya 17% yang dikerjakan, sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara Rp261 juta”, sambungnya.

BACA JUGA: Tega!, Sopir Bus Sekolah di Simeulue Ini Cabuli Anak Di Bawah Umur

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 2 ayat 1 Jo pasal 3 UU RI No 31 Tahun 1999 sebagaimana dirubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat 1.

“Dengan demikian, tersangka diancam hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun kurungan dan saat ini J sudah ditahan di Mapolres dan J dianggap koperatif memenuhi panggilan penyidik, sebagai barang bukti adalah berbagai dokumen kontrak”, tutup Kapolres. [**]

 

Komentar